Diberdayakan oleh Blogger.

MORNING INDAH

    • instagram
    Jan, 2021

    Bayangkan dirimu di tengah hutan tak bernama.
    Kemudian kau mengutuk dirimu akan ketidakmampuanmu membaca peta atau petunjuk arah lainnya.
    Ragamu masih kuat untuk berjalan.
    Sangat kuat.
    Namun jiwamu dipenuhi rasa ketakutan.
    Menggerogoti kemampuan kakimu melangkah.

    Ada beberapa tapak jalur jalan disana,
    Kau ragu memilih jalan yang mana.
    Kemudian kau kembali mengutuk diri.
    Biasanya kau bisa dengan lantang memastikan dirimu untuk memutuskan langkah.
    Namun kali ini kau dibayang-bayangi ketidakpastian yang mengganggu cara berfikirmu.
    Apa yang akan kau temui diujung jalan sana.
    Apa yang akan terjadi di sana,
    Otakmu berfikir keras dan tubuhmu semakin melemah.

    Kau memaksa dirimu untuk sekuat tenaga berfikir
    Menghabiskan sisa sisa energi yang kau punya, yang terlanjur sudah sedikit demi sedikit di serap oleh ketakutanmu selama ini.

    Semakin kau memaksa kan dirimu,
    Bayangan di fikiranmu semakin samar.
    Semakin samar.
    Kau tau ini tidak akan berhasil.

    Kemudian kau memutuskan untuk duduk. 
    Menggerakkan jemarimu di atas rumput liar yang sedikit basah.
    Kau merasakan air dan butiran tanah. 
    Sejenak fikiranmu fokus pada tekstur-tekstur yang kau rasakan di jemarimu.

    Kemudian kau menarik nafas panjang dan duduk dalam diam.
    Menyapu setiap pandangan di depanmu, dan kemudian mengakhiri pandanganmu ke arah langit cukup lama.
    Kau mulai terhanyut kedalam keheningan.
    Mencoba merasakan semilir angin dan suara-suara hutan yang terdengar.
    Kau menikmati moment ini sesaat.
    Tidak diburu oleh waktu, tidak diburu oleh tekanan dalam dirimu sendiri.

    Kau lupa dengan ketegangan yang mendorongmu.
    Kau lupa dengan keraguan yang sedang menyelimutimu.
    Namun satu hal yang kau tau, 
    kau sedang memberikan asupan pada jiwamu

    Lalu kau sadar,
    Ini yang kau butuhkan.
    Kau butuh waktu untuk mencoba menyelami fikiranmu dan memahami sekitarmu.
    Kau butuh fokus pada dirimu dan apa yang kau rasakan.
    Menikmati apa yang terjadi disekeliling dengan tenang mampu mengisi energi dalam tubuhmu.
    Tidak perlu memaksakan dirimu untuk terus berfikir disaat jiwamu sudah terasa lelah.

    Kau tau..
    Kau butuh waktu untuk memahami dirimu sendiri..






    Continue Reading
    Mendadak Moscow.

     


    Agustus lalu aku mendadak ada tugas kerja ke Moscow, Rusia. Berangkat lah berdua aja sama ibu boss. Ini adalah perjalanan terjauhku. Penerbangannya sekitar 15 jam, sungguh panjang dan cukup melelahkan serta menegangkan.

    Aku berangkat dari Jakarta, transit dulu di Hamad International Airport Doha. Kemudian baru lanjut lagi ke Domodedove Airport, Moscow. Sedang summer season yang suhunya 8 derajat celcius (senyum kecut). Untung aku cek Accuweather sebelum berangkat. Karena wahai teman-temanku sekalian, ini sama dinginnya dengan akhir winter di Korea (0 - 4 derajat) saat aku kesana maret lalu bahkan lebih dingin (mau nangis). Ada yang bilang seluruh warga Rusia excited sama musim panas, aku trus mikir lah ini musim dinginnya aku mesti pake baju dari apa sementara di musim panas nya aja aku pakai jaket ku saat ke Korea. Lalu kemudian tersadar saat cek peta di google, lokasi Rusia dekat dengan kutub utara. BAIIIKKKKK....


    Mari kita skip drama per-suhu-an ini. Selama di Moscow aku stay di apartment yang memiliki taman di depannya, cukup syahdu dan tenang. Justru yang bikin nggak tenang adalah karena sebagian besar warganya nggak berbahasa inggris. Termasuk empu-nya apartment yang aku tempati, itu lah sebabnya sebelum pilih tempat stay di Air-bnb ada baiknya menggunakan filter bahasa umum yang digunakan sehingga gak salah pilih. Kita ngobrol pakai google translate. Kata atasanku suasana kota Moscow agak mirip London, aku cuma mengangguk karena belum pernah ke London hehehe. Ada beberapa hal yang mengesankanku selama di Moscow. Karena ini nulisnya udah berbulan-bulan kemudian, jadi aku jabarkan yang aku ingat aja.

    1. Perempuan Moscow cantik-cantik
    Sungguh! bahkan waitress nya aja cocok jadi model di Indonesia. Super cantik dan dianugerahi body yang bagus layaknya model. Kayaknya mereka memang dianugerahi kesempurnaan visual ya hahaha.

    2. Senyum ke orang asing di Moscow?
    Aku sempat baca artikel mengenai anjuran agar kita nggak senyum ke orang Moscow yang kita temui di jalan. Namanya orang indonesia yang friendly, biasanya akan terasa awkward dan nggak sopan kalau kebetulan berpapasan mata tapi nggak senyum, jadi semua disenyumin aja sis. Nah, aku coba konfirmasi mengenai rumor ini ke 2 orang perempuan Rusia yang aku kenal di sana. Jawabannya adalah rumor itu nggak sepenuhnya benar. Beberapa dari mereka justru mengagumi keramahan orang Indonesia. Menurut mereka sah-sah aja kalau ada yang melayangkan senyuman ke arah mereka. Senyum dalam arti baik dan ramah ya..bukan senyum mesum :(. Urusan senyumannya dibalas atau dicuekkin ya urusan mereka masing-masing. Tapi yang pasti senyum ramah nggak bikin kita berurusan dengan hukum kok hehehe.

    3. Seni dan Sastra di Moscow.
    Ini salah satu yang bikin aku kagum sama Moscow. Setiap sudut kota mereka itu layaknya art, Rusia memang dikenal sebagai negara yang menjunjung seni dan sastra. Stasiun MRT mereka didesign dengan ukiran-ukiran dan patung sejak dahulu kala. Di setiap sudut kota pasti selalu ada patung-patung untuk menghormati tokoh-tokoh bersejarah di Rusia.

    4. Cover pembangunan gedung
    Kalian nggak akan menemukan gedung-gedung belum jadi yang masih berantakkan di Moscow, karena setiap membangun sebuah bangunan mereka pasti membuatkan printed cover sesuai dengan hasil akhir gedung tersebut. Sebagai turis, aku sempat ngira itu gedung asli, ternyata bukan teman-teman, itu hanyalah cover.

    5. Red Square
    Red Square merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Moscow. Red Square ini seperti alun-alun kota Moscow, tempat diadakannya karnaval, upacara kenegaraan atau sekedar nongkrong bagi anak muda di Moscow. Terdapat beberapa bangunan seperti St. Basil Cathedral, Museum, Mall serta Makam Raja Vladimir Lenin yang jasadnya diawetkan saat beliau meninggal.






    6. Department store di Moscow.
    Di area Red Square terdapat salah satu mall yang bangunannya lebih mirip castle. Dikelilingi oleh bunga berwarna-warni serta interior bangunan yang difikirkan hingga ke detailnya. Management Mall ini sangat apik menata interiornya, mulai dari penggunaan warna, aksesoris mall, pajangan, design counter-counter hingga pakaian para petugas mall pun semua senada.





    7. Ice Cream
    Wahh ini wajib sih nyobain ice cream khas nya kalau ke Moscow, terutama di GUM Mall ini ya. Aku sampai beli beberapa kali saking sukanya. Serunya, mall ini menyediakan beberapa counter ice cream di Mall loh!.

    Sejauh ingatanku, 7 hal ini yang bikin aku terkesan sama Moscow. Tentu aja arsitektur bangunan yang utama. Aku pengagum tata kota, arsitektur dan vibes kota setiap mengunjungi tempat-tempat baru.

    Ah, semoga next ada kesempatan untu mengunjungi negara lain yaa!

    Aminn..
    Continue Reading
    Pembahasan ini aku naikin ke blog, karena mulai menyadari bahwa hobby menulisku nggak dibarengi sama pengetahuan tentang EYD. Sejak SD aku suka baca dan nulis, sempat diikutkan latihan untuk olimpiade Bahasa Indonesia jadi disuruh belajar EYD sampai tuntas. Tapi ternyata, ilmu tersebut nggak dipraktekkan dengan baik.

    Aku sadar saat kerja, di mana atasanku yang merupakan -grammar freak dan EYD freak- mengomentari hasil tulisan salah satu teamku di kantor. Tentunya aku yang ngerasa malu dong, kalau ada yang salah dari teamku dan ternyata akupun nggak tau mana yang benar, berarti aku juga harus belajar. Sebenarnya simple, hanya mengenai titik koma, penggunaan huruf besar, kata awalan dan lain-lain. Simple dan sepele kedengarannya, tapi ternyata dampaknya cukup sensitif jika kamu bekerja di perusahaan yang sudah punya nama.

    Akhirnya aku mengajak rekan kerjaku untuk belajar EYD kembali. Melalui website kemendikbud kita mulai belajar kembali tatanan bahasa yang baik dan benar. Trus aku mikir, aku suka bangun jam 4 pagi untuk belajar Bahasa Inggris, pusing sama grammar yang susah masuk ke otakku, sementara sebenarnya Bahasa Indonesiaku aja belum bener hehehe.

    Kembali menilik tulisan blogku dari jaman dahulu kalapun rasanya malu, banyak banget tulisan yang nggak sesuai EYD. Tapi ya biarlah menjadi kenang-kenangan dan pembelajaran kalau dulu aku pernah begini.

    Setelah pelan-pelan (hingga sekarang) aku mulai perbaiki cara menulis, memperhatikan peletakkan tanda baca yang benar. Tenyata ini memang sangat penting pemirsa, semenjak itu aku mulai suka risih dan julid kalau baca poster atau bahkan company profile suatu perusahaan yang nggak menggunakan EYD dengan benar. Meskipun aku sampai sekarang juga masih suka salah (ya namanya manusia tidak terlepas dan khilaf ya ukhti), tapi ya jadi risih juga. Mungkin ini yang dirasakan atasanku kemarin sampai akhirnya beliau protes hahaha.

    Oke...jadi, apakah kalian sudah mulai menulis menggunakan EYD yang baik dan benar?
    Continue Reading



    Assalamualaikum...

    Aku percaya kalau rejeki itu nggak melulu tentang materi, kesempatan mengunjungi negara baru tanpa perlu mengeluarkan budget juga rejeki hehe. Alhamdulillah awal tahun 2019 ini aku dapat kesempatan mengunjungi negara baru, KOREA. Business trip sebenarnya, tapi sekalian lah..

    Seru nya, kebetulan Korea lagi masa penghabisan winter season. Jadi suhunya masih berkisar dibawah 10 derajat celcius. Excited sih karena ada 2 season yang pengen banget aku rasain, winter sama autumn. Meskipun udah nggak ada salju, tapi lumayan lah ya ngerasain suhu 0 derajat.

    Pengalaman tahun 2018 waktu ke Melbourne, dimana suhunya belasan derajat dan aku belum tau nih mengenai heattech dan kawan-kawan, sehingga aku pake baju tumpuk tumpuk tapi masih kedinginan. Maka kali ini aku melakukan research lebih mendetail. Pakaian apa sih yang harus aku bawa ke Korea ini karena aku males ribet jadi aku nggak mau bawa banyak pakaian. 

    Selama 9 hari di korea aku total bawa 2 coat, 1 sweater, 2 outer yang bisa dialih fungsikan jadi atasan, 1 mini dress, 1 set longjohn dan 2 heattech serta 2 celana. Simple tapi bagian terpenting adalah semua bisa di mix and match.

    Buat teman-teman yang ada plan ke luar negeri dimusim dingin nih, trus bingung bawa baju apa, aku bantu jabarin yaah..

    1. CHECK ACCUWEATHER
    Sebelum memulai, ada baiknya check accuweather di negara yang akan kamu kunjungi untuk cari tau disana suhu nya kisaran berapa derajat. Demi keberlangsungan hidup ya..apalagi yang nggak kuat dingin kayak aku.
    bisa check disini https://www.accuweather.com/en/id/indonesia-weather  , tinggal ketik negara tujuan dan check tanggal selama ada disana.

    2. LONGJOHN


    pic from google



















    Longjohn adalah pakaian dalam kayak manset dan legging. Fungsinya menahan suhu dingin ke tubuh. Bisa beli di online atau store-store yang menjual perlengkapan musim dingin. Longjhon itu tipis tapi memang bahannya didesign untuk musim dingin. Ini bisa dipakai sebelum kalian menggunakan luaran atau sweater.
    untuk 1 minggu perjalanan bawa 1 set longjohn aja cukup menurutku.


    3. HEATTECH 


    pic from google




















    Heattech ini aku tau nya dari brand Uniqlo, karena aku memang suka beli inner baju di uniqlo aku nggak sadar kalau salah satu inner yang aku beli adalah heattech. Kalau aku pakai untuk aktifitas diluar saat panas, maka tersiksalah adinda. Nah jadi di Uniqlo ini punya macam-macam jenis heattech, ada heattech, ultra warm heattech dan extra warm heattech.
    Fungsi nya pun berbeda-beda. Untuk meminimalisir pengeluaran dan mempertimbangkan apa yang sudah aku beli which is si longjohn, maka aku beli extra warm heattech. Bahannya tipis seperti inner kebanyakan dengan teknologi bahan khusus tentunya, karena inner jadi dia ngepas di badan. Tapi fungsinya kembali untuk menahan suhu dingin masuk kedalam tubuh. Aku sudah punya heattech biasa 1 warna maroon dan ultrawarm heattech aku beli warna biru telur asin. Ini strategi ya...
    wkkwkwkwk

    3. SWEATER
    pic from google




















    Sweater ini opsi ya menurutku, jadi nggak perlu bawa banyak karena coat nanti udah tebal, dan sweater sendiri udah tebal. Aku pilih satu sweater berbahan 100% acrylic berwarna abu mendekati biru. Hanya bawa 1 tapi 100% acrylic bahannya.


    4. COAT
    pic from google
    pic from google

    Nah ini nih yang paling penting, saat memilih coat atau baju lain yang kalian akan pakai, bukan tebalnya yang hanya kita liat tapi detail bahan. Biasanya di bagian dalam coat ada informasi detail bahan. Aku personal mencari coat yang bahannya wool/acrylic/polyester/ shell serta ada juga nih jaket tebal yan fillingnya bulu angsa. Biasanya di coat tertera detail bahan misalnya 80% wool, 20% polyester. Jangan pilih outer-outer tebal tapi bahannya cotton, percuma pemirsa..

    Aku bawa 1 coat yang OOTD-able dan 1 lagi jaket yang bentuknya kayak roti sobek, nggak kece sih tapi dia fill bulu angsa dan anti angin serta anti salju. Ini jaga-jaga jika suhu tiba-tiba extreme dan aku yang belum pernah tau rasa nya kayak apa bisa jaga-jaga dengan jaket fill bulu angsa ini. Kadang, yang bikin kita nggak kuat itu bukan suhu nya tapi anginnya. Jadi pertimbangkan juga bawa coat yang anti angin dan salju.


    pic from google


    pic from google





    5. KAUS KAKI HEATTECH.

    pic from google

    Ini juga ada di Uniqlo, kebetulan uniqlo lagi end season jadi semua koleksi winternya discount. Aku beli kaus kaki heattech 2 pasang cuma 100 ribuan. Kaus kaki ini panjangnya hingga lutut, jadi selain legging, dibagian dalam tetap di amankan sama si kaus kaki ini.

    6. CELANA HEATTECH

    Kebetulan aku nggak beli ini karena sudah ada longjohn, tapi celana heattech serta anti angin ternyata juga perlu. Kemarin saat aku di Korea, bagian atasku hangat tapi bagian kaki aku kedinginan karena cuma pakai celana biasa.

    7. SHAWL
    Ini gak kalah penting, aku beli shawl rajut dan ini bantu banget ngelindungin leher dan dada dari angin yang dingin.


    ATURAN PAKAI

    Udah kayak obat ya pake aturan pakai. Tapi beneran ini penting, buat aku loh ya karena buta banget sama outfit musim dingin.

    Jadi ilmu tumpuk menumpuk outfit tidak akan berguna jika bahan pakaian yang kamu pilih nggak mumpuni. Jadi kalau bahannya udah cocok untuk musim dingin seperti yang aku info sebelumnya, kalian bisa cuma pakai 3 lapis tanpa takut berat di outfit hehehe.

    A. LAPISAN PERTAMA
    Lapisan pertama yang harus dipakai adalah Longjohn. 1 set longjohn (atasan + legging ) berbahan tipis. Sebelum pakai legging bisa pakai kaus kaki heattech selutut, ini opsional. Kebetulan saat di Korea kemarin kaus kaki ku ketinggalan di Indonesia. Meskipun sudah pake legging, aku tetap kedinginan saat suhu 2 derajat. Karena aku cuma pakai legging longjohn 1 lapis dan celana bahan katun tok. Terutama ketika anginnya berhembus ya, giling jalan pun rasanya nggak sanggup chuy.

    B. LAPISAN KEDUA

    Selanjutnya lapisan kedua ku adalah extra heattech. Jadi sebelum suhu dingin ketubuh di block sama longjohn, dia udah di block duluan sama heattech. Gitu loh sis maksudnya , kenapa di musim dingin kita harus pake baju berlapis dengan bahan yang tepat. Karena biar di blokade blokade gitu loh gimana sih aku jelasinnya wes ribet.

    C. LAPISAN KETIGA

    Nah ini mulai opsional sih menurutku, bisa dikira-kira sama kemampuan tubuh kamu tahan dingin dengan suhu yang ada. Misalnya ada yang lapisan ketiga langsung coat, ada yang lapisan ketiga ini pake sweater dulu.
    Aku pribadi lapisan ketiga ini pake sweater atau heattech biasa lagi, kebetulan heattech biasaku size M jadi lebih longgar. Kenapa ?? soalnya aku kadang jalan sampai malam, dan kita nggak tau malam itu nanti suhu nya gimana dan kita kuat apa nggak. Aku lebih memilih jaga-jaga daripada repot.

    D. LAPISAN KEEMPAT

    Lapisan keempat baru coat, buatku loh ya. Sekali lagi masing-masing tubuh punya ketahanan sendiri terhadap suhu tubuh. Rajin-rajin cek accuweather, pastiin anginnya gimana. Jadi nggak salah pake baju.

    Sedikit cerita nih, waktu itu aku dan rekanku mendadak mau ke Han River, salah satu sungai terkenal di Korea. Karna sebelumnya nggak ada plan pergi sampai malam, hari itu aku pakai outer yang ada campuran katun, dan temenku pakai jaket kulit.
    Sampai disana kita nggak kuat jalan karna anginnya bikin menggigil, kayak es. Jalan aja tertatih-tatih kayak bawa barang berkilo-kilo. Nyari hot pack nggak ada dijual di salah satu minimarket disana. Akhirnya langsung pulang.

    Jadi lebih baik memang memakai pakaian yang disesuaikan sama aktifitas dan kekuatan kita menahan dingin.

    E. STRATEGI.

    Nah, ini yang paling seru. Karena kita ini perempuan kebanyakan adalah budak OOTD, maka kadang beberapa orang ribet bawa berpotong-potong baju sementara nggak jelas manfaatnya.
    Dari list yang aku kasih tadi, aku punya heattech 2 warna yang berbeda jadi aku bisa pakai bergantian lapisannya sesuai warna yang aku mau pakai tanpa mengurangi fungsi si pakaian tadi.
    Selanjutnya untuk coat aku pilih warna yang gampang di mix and match seperti hitam jadi mau dalamnya di ganti warna apapun tetap cocok.
    Sehingga pas jalan-jalan bisa diakalin ootd outfitnya :)

    Buat teman-teman yang ada plan mau keluar negeri dan menghadapi musim dingin, semoga informasi ini bermanfaat. Tapi kalau untuk winter yang bersalju, aku rasa metode hampir sama, tapi mungkin untuk Jaket lebih ke jaket roti sobek yaa..fill bulu angsa. The Best karena ringan dan hangat.

    Berikut contoh outfit yang aku pakai selama di Korea. Semoga bisa bermanfaat yaaa !!

























    Continue Reading
    Holaaa…

    Seperti Janjiku, Di part 2 kali ini aku akan bahas tempat-tempat yang aku kunjungi selama ke Melbourne

    YARRA RIVER

    Merupakan sungai yang terkenal di Melbourne. Lokasinya bersebelahan dengan Melbourne convention centre, jaraknya sekitar 15 menit dari tempat aku stay. Disepanjang yarra river ini terdapat taman kecil, rerumputan hijau dan banyak sekali burung.
    Kita bakalan sering lihat orang-orang yang sedang latihan salah satu olahraga air disini. Aku nggak tau namanya hahaha. Disalah satu sisi Yarra river membentang jembatan panjang yang membawa kita ke sisi sebrang, Pemandangan dari jembatan ini bagus banget.









    FLINDER'S STREET RAILWAY STATION 

    Merupakan stasiun kereta terkenal di Melbourne, arsitektur bangunannya memang khas. dan kesini pun aku jalan kaki dari tempatku. Nggak nyangka aja kemana-mana sedekat ini, padahal memang capek jalan kaki tapi mungkin karena di Negara yang belum pernah dikunjungi jadi seru aja. 




    SHRINE OF REMEMBRANCE

    Salah satu mandatory place di Melbourne yang wajib di kunjungi. Shrine of Remembrance ini adalah museum perjuangan di Melbourne. Design bangunan dan interiornya memukau tapi rada serem buatku hahaha. Nah, di lantai paling atasnya kita bisa melihat kota Melbourne. Saat aku kesana kebetulan lagi hujan. Suhunya 14 derajat, bener-bener dingin.







    FITZROY GARDEN

    Di Melbourne itu tamannya lumayan banyak, salah satu yang aku datangin itu Fitzroy Garden. Taman ini cukup dan beneran luas dan rapi banget. Dibagian dalamnya terdapat conservatory gitu. Selain itu di sudut lain juga ada semacam miniature-miniature  rumah. Masuk ke Fitzroy Garden ini gratis begitu pula ke conservatory nya.







    HOBSONS BAY-WILLIAMSTOWN

    Aku emang request banget mau kesini bareng Jane, yang jadi tour guide ku kemarin di sana hahaha. 
    Kalau aku tinggal di Melbourne aku kayaknya bakal sering duduk disini. Posisinya di luar city, sekitar setengah jam lebih dari pusat kota Melbourne naik Bus. Gak tau ya, kayaknya disini weathernya much colder than di city. Aku beneran gak bisaa lama lama disini, kedinginan.









    NATIONAL GALLERY OF VICTORIA

    Sehabis dari Shrine of Remembrance, aku tadinya mau skip ke National Gallery of Victoria. Jaraknya sih deket dari Shrine of Remembrance. Aku mau skip karena udah kedinginan banget. Karna cuaca hari itu hujan jadi suhunya makin dingin. Tapi Jane bilang saying banget udah jalan-jalan gak kesana. Akhirnya aku sempatkan ke National Gallery of Victoria ini. Ternyata memang bagus dan luas. Banyak ruangan-ruangan yang di setting berbeda satu sama lain jadi ambiance nya terasa berbeda dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Aku udah nggak focus ngeliatin isi dalam National Gallery of Victoria ini karena udah super Lelah dan kedinginan. hahaha




    BRUNSWICK, VICTORIA

    Merupakan wilayah pinggiran kota yang tenang. Sekitar pinggiran jalan Brunswick ini isinya vintage shop. Seru deh, aku masuk kebeberapa stores dan lucu aja liat barang-barang vintage atau preloved yang kok kelihatan asthetic storenya. Ada banyak aksesoris-aksesoris vintage yang dijual 10 dollar-an. Brunswick ini adalah lokasi terakhir yang aku kunjungi sebelum balik ke Indonesia. Aku sempat mampir ke Restoran Indonesia yang sate nya dijual 150ribuan, hahahaha, di Indonesia 15ribu aja dapet yaa…


    Sekian, semoga teman-teman yang ada rencana mau ke Melbourne bisa mendapatkan manfaat tulisan ini ya.. :)
    Semoga next aku punya kesempatan lagi ke Negara atau Kota lain yang belum pernah aku kunjungi.
    Amiiin


    Continue Reading

    Kata orang, ucapan itu adalah doa. Beberapa bulan lalu aku sempat bergumam semoga suatu saat bisa ke Melbourne karena penasaran kenapa Melbourne begitu di cintai banyak orang. Tapi rupanya gumaman ku di jabah sama Allah, hehe..




    November lalu aku mengunjungi Australia, tepatnya ke Melbourne. Agendaku ke Australia adalah untuk urusan kerjaan selama 1 minggU.
    Seperti biasa, setiap trip keluar kota atau keluar negeri yang berhubungan dengan kerjaan, pasti ada kesempatan-kesempatan kecil untuk jalan-jalan. Apalagi ini kali pertama aku ke Melbourne. Yang aku tau, Melbourne menyabet The Most Liveable City in the world selama 8 tahun berturut-turut.


    1. PERSIAPAN

    Aku bawa 1 koper cabin size dan tas kecil serta tas ransel. Aku nggak bawa banyak baju, hanya beberapa jaket tebal dan midi dress yang gampang di mix and match.
    Aku biasanya akan mix and match duluan baju yang mau aku pakai, dihitung perhari dan dipilih mana yang kira-kira bisa di pakai beberapa kali. Sehingga meminimalisir isi koper, selain itu untuk hijab pun aku cuma bawa beberapa warna basic aja. Serta nggak lupa bawa 1 kaos kaki tebal.

    Aku juga menyiapkan satu pouch isi obat-obatan dan vitamin. Pouch khusus makeup dan skin care yang sudah ditempatkan ke tube-tube kecil agar lebih praktis. Aku juga beli beberapa snack kecil seperti biskuit dan roti kecil yang ringkas jaga-jaga kalau mendadak kelaparan atau kalau ada sesuatu yang terjadi di Melbourne yang membuat nggak sempat sarapan. Soalnya aku anaknya gampang laper.

    2. TIKET DAN AKOMODASI

    Aku memesan tiket Garuda Indonesia untuk ke Australia, perginya harus transit dulu di Bali dan pulangnya dapat tiket direct  Melbourne - Jakarta. Perjalanan Jakarta - Melbourne sendiri memakan waktu hingga sekitar  6 - 7 jam.  Beruntung banget dapat tiket dengan harga sekitar 7 - 8 juta PP per orang. Katanya itu termasuk murah.

    Sebelum berangkat, sudah pasti harus mengurus visa terlebih dahulu, untungnya aku mendapatkan surat sponsor langsung dari lembaga di Australia. Untuk mengurus visa turis, biaya yang dikenakan sekitar 1,7 juta, namun karena aku diminta kedutaan untuk mengganti visa turis menjadi temporary work sehingga untuk visa tersebut dikenakan biaya sekitar 3 jutaan. Mengurus visa harus jauh-jauh hari dari tanggal keberangkatan ya..karena prosesnya memakan waktu dan jaga-jaga jika visa ditolak bisa refund tiket pesawat dan hotel.

    Untuk tempat tinggal, kami tinggal di Apartment di area lt Collins street. Nggak jauh dari pemberhentian tram. Untuk harga aku nggak bisa share karena dipesenin. Apartmentnya 1 kamar 2 tempat tidur, 1 ruang keluarga besar, 1 kamar mandi, 1 dapur dan ruang cuci serta setrika.






    3. INFORMASI CUACA

    Jauh sebelum berangkat aku check accuweather terlebih dahulu untuk mengetahui suhu disana. Katanya sedang peralihan ke summer, tapi kok ya suhunya beberapa kali di bawah 23 derajat.
    Beberapa minggu menjelang kesana aku rajin check location Melbourne di instagram untuk lihat story orang-orang yang kesana. Ini bisa jadi tips sih selain check accuweather kita juga bisa check location di Instagram dan liat real update story-story orang yang disana.

    Hal ini aku lakukan untuk memastikan baju-baju yang akan aku bawa. Akhirnya aku mantap bawa beberapa jaket dan baju-baju yang bahannya cukup tebal.
    Melbourne itu dikenal dengan 1 hari bisa ada banyak cuaca, jadi misalnya siang panas bisa aja sore tiba-tiba dingin banget. Suhu nya pun bisa berubah banget. Aku nggak mau ambil resiko.

    Aku sampai di Melbourne sekitar pukul 7.30 pagi waktu sana, lebih cepat 4 jam dari waktu Jakarta. Suhu hari itu 28 - 30 derajat namun anginnya masih terasa sejuk. Karna belum bisa masuk apartment akhirnya keliling kota sebentar untuk sarapan, belanja bahan masakan di supermarket dan keliling fitzroy garden.

    Selama di Melbourne aku selalu check accuweather untuk tau besok suhunya berapa, Rata-rata selama aku disana, Suhunya cuma 1x di 30 derajat sisanya 12 derajat - 17 derajat.









    4. MAKAN 

    Nah, karena aku stay di apartment, ada fasilitas dapur dan aku bisa masak. Biaya hidup di Australia dikenal tergolong cukup mahal, sekali makan menghabiskan lebih dari 10 dollar atau lebih dari 100.000, belum minum dan lain-lain.  Aku lebih tenang kalau aku ada persediaan makanan sendiri. Aku selalu jaga-jaga supaya nggak repot, apalagi disana tujuannya untuk kerja jadi stamina harus dijaga dan prepare ini itu biar nggak kesusahan.

    Selama di Melbourne, aku belanja kebutuhan makanan di Coles, salah satu supermarket di sana. Aku beli  beras, ayam, ubi dll. Harga beras 1 liter disana sekitar 2 dollar, ayam paha dan dada yang sudah di panggang 5 dollar, telur aku lupa isi berapa berkisar 3 – 5 dollar. Aku juga beli sweet potato untuk sarapan, harganya 1 kemasan isi 3 pcs sekitar 2 – 3 dollar.

    Aku menghabiskan 8 dollar untuk beli kebutuhan masak untuk makan 2-3 hari. Belanja di Coles ini kasirnya kasir mandiri jadi kita akan antri untuk ke kasir umum, check barang belanjaan kita dan melakukan pembayaran secara mandiri. Ada beberapa petugas yang ready disana, jadi kalau kurang ngerti kita bisa minta tolong.



    Selama jalan-jalan di Melbourne, aku  bawa kotak bekal sendiri, karena nggak tau situasi dan kondisi disana jadi kalau jalan-jalan amannya bawa camilan atau makanan di tas. Selain itu aku juga bawa botol minum sendiri. Disana harga 1 botol air mineral bisa 3,5 - 5 dollar atau sekitar 36ribuan - 50ribuan. Jadi lebih baik punya botol minum sendiri, karena di Melbourne air keran nya bisa di minum (tap water) jadi kita bisa isi ulang.

    5. TRANSPORTASI 

    Untuk transportasi di Melbourne, aku menggunakan city tram. Ini transportasi umum seperti gabungan kereta dan busway di Jakarta. Beruntungnya, di city kalau kemana-mana menggunakan tram nggak perlu bayar alias gratis. Tapi kalau sudah keluar rute city, per hari kita harus bayar kartu sekitar 10 dollar untuk seharian. Kalau kita ketauan nggak pake kartu myki saat naik tram diluar area city, kita bisa kena denda sampe ratusan dollar kalau nggak salah. Kartu ini harus kita tap setiap turun tram.

    Pengendara mobil di Melbourne wajib memakai sabuk pengaman dan tidak boleh memainkan handphone selama nyetir, melanggar peraturan ini bisa kena denda dengan nominal gede. Selain itu di Melbourne cari parkiran mobil itu lumayan sulit, banyak yang berbayar dan kalau di rupiahkan cukup mahal. Pengendara sepeda pun wajib menggunakan atribut lengkap, selama aku disana nggak ada pengendara sepeda yang tidak menggunakan pengaman. 

     

    6. PULSA INTERNET

    Karena aku pengguna kartu XL, di kartu XL itu ada layanan untuk keluar negeri, tetap menggunakan paket yang kita pakai di Indonesia. Kita hanya perlu membeli roamingnya aja senilai 200.000 untuk seminggu. Jauh lebih murah dibandingkan beli kartu baru di Melbournenya yang mahal tapi cuma dapet beberapa GB. Kalau di Indonesia kamu biasa pakai paket yang 10 GB, bisa tetap digunakan di Melbourne asalkan sudah beli roaming 200.000 tadi. Pulang ke Indonesia, roamingnya tinggal di nonaktifkan dan paketnya bisa tetap dipakai lagi.
    Bisa check info lengkapnya di website xl yaa..Aku pun dapat info ini dari jane, thankyouu jenih.







    7. INFORMASI TAMBAHAN 

    Karena bisa jalan-jalan setelah kerja, aku sudah menandakan lokasi-lokasi yang mau aku kunjungi di Melbourne, tapi ternyata di Melbourne itu kemana-mana deket. Dari tempat aku stay ke tempat kerja aja aku melewati beberapa tempat yang memang mau aku kunjungi.

    Selain itu, mereka mulai berhenti beraktifitas di jam 5 sore, jadi sebagian besar store/mall pasti sudah tutup. Akhirnya aku keliling city untuk lihat arsitektur-arsitektur disana atau di ajak atasanku ke beberapa taman terkenal di Melbourne.
    Serunya, jam 8 malam disana masih kayak jam 4 sore di Indonesia, jadi urusan kerjaanku selesai jam 5 sore aku masih punya kesempatan keliling kota sampai jam 9 malam tanpa takut udah kemaleman.

    Beberapa kali aku juga mulai jalan-jalan sendiri bermodalkan maps dan tanya sama orang-orang sekitar, karena jalan-jalan sendiri juga aku dapat teman baru dari Korea. Dia memutuskan ke Melbourne untuk bekerja.





    Salah satu yang aku nikmati di Melbourne adalah pemusik jalanannya yang berkualitas, ternyata mereka harus audisi dulu sebelum bisa tampil di pinggir jalan. Selain itu penampilan mereka terkesan niat banget, bawa alat musik beserta sound system. Menyanyikan beberapa lagu dan suara mereka bagus-bagus. Aku pernah satu hari memutuskan untuk duduk di pinggiran toko bersama orang-orang asing lainnya hanya untuk menonton penampilan si penyanyi.

    Nggak heran kalau Melbourne menyabet The most liveable city in the world bertahun-tahun. Kota ini damai , nyaman, enak dan aturannya jelas, selama disana juga cuaca sore nya enak banget. Mereka punya banyak taman, dimana orang-orang akan piknik atau sekedar tidur-tiduran di rumput. Aku pun sampai berani jalan kaki sendiri keliling kota Melbourne tanpa ada rasa takut atau cemas. Aku yang notabene suka melarikan diri ke taman-taman atau hutan kecil rasanya mau kembali lagi kesana.

    Untuk lokasi-lokasi yang aku kunjungi selama di Melbourne akan aku share di part 2 ya !







    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    BUDGETING :

    - Tiket pesawat PP : Approx 8.000.000 - 12.000.000 
    - Visa : Approx 1.700.000 - 3.500.000 (tergantung jenis visa)
    - Akomodasi : no info (bisa check air bnb yaa)
    - Transportasi Melbourne (Free) jika mau ke area luar city 10 dollar/hari
    - Makan : Kalau masak mungkin bisa sekitar 50- 80 dollar untuk seminggu ( 500-800 ribuan), kalau beli makan di luar 30 - 50 dollar / hari
    - Paket Internet : XL : 200.000/seminggu. 




























    Continue Reading
    Older
    Stories

    READ ME!

    • indah jalan jalan
    • Pendapat
    • fashion
    • self love
    • art
    • Tulisan indah

    Blog Archive

    • Januari 2021 (1)
    • Desember 2019 (2)
    • Juli 2019 (1)
    • Februari 2019 (1)
    • Januari 2019 (1)
    • September 2018 (5)
    • Agustus 2018 (1)
    • Maret 2018 (1)
    • Februari 2018 (2)
    • September 2017 (4)
    • April 2017 (3)
    • November 2016 (1)
    • Juli 2016 (2)
    • Juni 2016 (1)
    • Mei 2016 (1)
    • Maret 2016 (1)
    • Januari 2016 (2)
    • November 2015 (1)
    • Oktober 2015 (3)
    • Juli 2015 (1)
    • Mei 2015 (3)
    • Februari 2015 (1)
    • Januari 2015 (2)

    Translate

    Popular Posts

    • Cafe D'pakar bandung
    • MELBOURNE PART 1 : Informasi dan Biaya

    Most Popular

    • Cafe D'pakar bandung
    • MELBOURNE PART 1 : Informasi dan Biaya

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top