Diberdayakan oleh Blogger.

MORNING INDAH

    • instagram
    When given the choice between being right or being kind

    choose kind.



    Akhirnya aku nonton film Wonder, agak telat sih karena film ini rilis tahun 2017 lalu. Menurutku film ini memberikan impact yang sangat bagus untuk semua umur. Tentu saja ini menjadi film favorite ku karna aku pribadi memiliki antusiasme besar terhadap anak-anak seperti August Pullman.

    August Pullman/auggie, seorang anak kecil yang memiliki kelainan genetik sejak lahir sehingga membuat dia terlihat "spesial" di antara anak-anak seumurannya. August yang sebelumnya mendapatkan pendidikan homeschooling , mulai masuk ke sekolah regular. Seperti yang kita tahu, dunia sekolah nggak jauh dari perilaku bullying. August tentunya mendapatkan perlakuan tersebut karna perbedaan yang dia miliki.

    Part terbaik dalam film ini menurutku adalah SUPPORT SYSTEM. Dimana peran orang tua dan saudara Auggie yang membantu nya untuk menjadi  pribadi yang kuat. Aku selalu kagum dengan film-film luar yang ber tema-kan family. Aku suka memperhatikan cara orang tua berkomunikasi dengan anaknya, cara mereka bertukar pendapat, dan mereka selalu menanyakan perasaan anaknya atau pendapat anaknya bahkan diusia mereka masih kecil. Ini juga yang terjadi di film Wonder. Bagaimana orang tua Auggie menjadi support system bagi anaknya dan bisa mempersiapkan mental si anak untuk menghadapi kehidupan. Pekerjaan orang tua itu berat ya, apalagi yang memiliki anak-anak “spesial” seperti Auggie. Menurutku mereka orang tua yang hebat, effort mereka dua kali lebih banyak dari orang tua lainnya. Mempersiapkan Masa depan serta mengolah mental si anak.

    Film ini juga memberikan pesan perlunya kita mengajarkan anak,adik dan saudara kita untuk berempati terhadap orang lain. Peduli dan memahami perasaan orang lain, karena sejatinya kita nggak pernah tau seberapa besar kesulitan yang orang lain hadapi dengan kondisinya. Serta memberi tahu kita apa yang sebenarnya dirasakan anak-anak seperti Auggie di dunia nyata dan berharap penonton mengubah cara pandangnya terhadap anak-anak yang terlahir “SPESIAL” seperti Auggie.

    Setahun yang lalu aku berada di satu acara dan bertemu dengan sekumpulan anak-anak berusia sekitar 9 tahun yang mencela/mengatai orang yang usianya lebih tua dari mereka. Sayangnya hal ini di anggap wajar dan dianggap  sebagai lelucon oleh orang-orang dewasa disekitarnya, sementara aku merasa ini bukan hal yang wajar dan harus diperbaiki. Selang beberapa lama aku mendapatkan celah untuk bermain dengan mereka. Kemudian aku menunjukkan satu akun instagram favoriteku "special books for special children". Akun ini merupakan akun yang menampilkan anak-anak/ orang-orang yang kondisi nya berbeda dari orang kebanyakan, sebenarnya aku lebih suka menyebut mereka "spesial".

    Tentunya melihat kondisi anak-anak yang berbeda dengan mereka, mereka kemudian banyak bertanya dan heran, kenapa wajah anak ini begini, kenapa mata anak itu begitu dan lain sebagainya. Kemudian aku mencoba menjelaskan kepada mereka, bahwa di dunia ini ada orang-orang yang tidak seberuntung mereka. Ada anak-anak yang terlahir dengan kondisi "spesial" , namun mereka juga manusia yang ingin bermain selayaknya anak-anak diusia mereka. Dan tugas mereka adalah menjadi teman yang baik dan berprilaku baik. Semua orang terlahir cantik dan tampan, tuhan menciptakan kita dengan sempurna, apapun keadaannya. Sehingga nggak adil kalau kita memberikan statement dia jelek, dia hitam dan lain sebagainya.

    Cukup mengagetkan, respon mereka positif, mereka bahkan menceritakan tentang teman-teman disekolahnya yang mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan di sekolah. Mereka juga bercerita bahwa mereka bagian dari pembully. Serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadaku.

    Sudah kewajiban kita untuk menanamkan sifat peduli dan empati terhadap orang lain, tidak mengajarkan anak/saudara kita untuk rasis, memuja diri sendiri dan kemudian mudah menghina orang lain. Karena sejatinya lidah lebih tajam dari pisau. Ketika kita sendiri bisa menghargai orang lain, berempati dan kemudian hal itu akan menjadi contoh bagi anak-anak kecil disekitar kita. Bisa kita bayangkan nggak gimana dampaknya ?
    ketika kita sendiri tidak terbiasa untuk mengatai orang lain, menghakimi fisik orang lain, kemudian akan menjadi contoh bagi anak-anak disekitar kita. Bisa kita bayangkan nggak gimana damai nya ?

    Pernah nggak sih kalian dengar orang dewasa yang dengan mudah nya bilang "temenmu jelek banget - kalau udah jelek ya udah nggak bagus mau diapain pun - gendut sih makanya gak cocok pakai baju apapun"
    kemudian kalimat itu menjadi budaya di keluarga hingga terbiasa untuk berkata seperti itu. Menyedihkan bukan ?

    Aku selalu berjanji pada diriku sendiri, ketika aku menjadi seorang ibu nanti aku akan mengajarkan anak-anakku untuk bisa menerima kekurangan dan berempati dengan orang lain.  Aku tidak ingin anak-anakku tumbuh menjadi pribadi yang apatis dan kemudian mudah menyakiti orang lain.

    Be kind for everyone is fighting a hard battle
    and if you really wanna see what people are
    all you have to do..

    is look
    - Wonder-




    Continue Reading


    postingan terakhir 4 Bulan lalu..emang dasar anaknya nggak konsisten. Kebetulan beberapa hari ini aku dilanda flu dan batuk. Ini habis minum obat dan menunggu obat bekerja berujung ngantuk. Akhirnya aku memutuskan untuk menulis uneg-uneg sebentar ya :)

    Tulisan ini berawal dari ketika ada anak laki laki, remaja menuju dewasa yang menjadikan aku objek prank nya.Prank yang lagi hits tentunya. Ceritanya waktu itu aku disalah satu mall dan nunggu temanku di lantai 1, mall sudah mau tutup dan hp ku lowbat, jadi aku berdiri sambil menunggu. Dari jauh aku udah lihat nih, laki-laki yang lagi ngomong didepan kameranya sambil turun dari eskalator. Lalu aku bergumam “pede banget nih orang”
    gitu kira-kira..

    selang beberapa menit tiba-tiba dia  samperin aku dan mengarahkan kameranya kedepan wajahku  dan  kemudian dia mulai ngoceh mengeluarkan rayuan gombal nggak jelas.
    Aku kaget dan bingung. sekitar 5 menit dia sibuk ngajak aku berinteraksi namun aku mencoba menghindar, tentunya dengan sopan.
    sampai akhirnya aku bilang aku nggak nyaman, akhirnya dia minta maaf.
    aku menerima maaf dia dengan syarat video itu jangan di post.
     Dan dia Mengiyakan.

    Selang beberapa hari aku cerita ke temanku dan teman-temanku iseng cek youtube. Nggak tau gimana caranya...dia menemukan video itu...

    daaan JENG JENG JENG JEEEENG !!  ADA MUKA KU !! kamu telah melanggar janjimu rhoma !!



    Aku mencoba tenang dan menyikapi ini dengan bijak , toh dia nggak merugikan aku kecualiiii dengan dia nggak meng-indahkan pernyataanku soal jangan post video tersebut. Dan viewers dia belum banyak..jadi yaah..masih aku kasih toleransi. Kali ini aku nggak ambil serius soal ini namun aku jadikan pelajaran buat ku nanti. Mungkin nanti kalau ketemu yang beginian lagi (karna mungkin melihat tubuh mungil ini aku dikira masih bocah) aku bakalan kasih KULTUM (kuliah tujuh menit) hehehe..

    Namun, disini ada beberapa hal yang harus aku tanggapi sebagai pengguna socmed, netizen, dan pengamat perilaku pengguna social media (elah !).

    1. Bahwa seharusnya, para youtubers meminta izin kepada orang yang dia liput sebelum meng-upload video tersebut. aku coba cari UU yang mengatur tentang hal itu namun yang ketemu malah UU hak cipta. okelah..

    2. Nggak semua orang nyaman menjadi target prank, atau bersedia di tonton oleh viewers kalian, okelah untungnya ni orang viewersnya masih ratusan..masih..

    3. meskipun aku gak nemu UU nya tapi menurutku ini etika dalam membuat content. Aku juga sedikit banyak bersentuhan erat dengan content creator. Dan menurutku hal tersebut  sangat harus dilakukan saat kalian memutuskan untuk menjadi youtubers. Content yang kalian buat melibatkan beberapa orang, demi viewers, likes dan subscribers jadi harusnya kalian menghargai hak dari orang tersebut bersedia atau tidak videonya di publish.

    4. Ingin terkenal dengan menjadi youtubers menurutku bukan hal yang salah, namun tanggung jawab yang diemban juga berat. Ingat, youtubers itu bukan cuma bikin content yang lagi booming saat ini, posting dan menunggu viewers nya nambah terus. Tapi ada tanggung jawab didalamnya..Bagaimana content yang kalian post memberikan manfaat dan nggak merugikan orang lain.

    Nah, mudah-mudahan calon-calon youtubers bisa lebih bijak dalam menbuat content dan menjaga hak dari orang-orang yang dia libatkan dalam content tersebut.
    lalu apa yang akan aku lakukan pada orang ini?

    mungkin nanti aku akan email dia, buat memberikan pandanganku terhadap hak-hak dari publik untuk tidak seenaknya di publish demi keuntungan youtubers. ;)


    salam !
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    READ ME!

    • indah jalan jalan
    • Pendapat
    • fashion
    • self love
    • art
    • Tulisan indah

    Blog Archive

    • Januari 2021 (1)
    • Desember 2019 (2)
    • Juli 2019 (1)
    • Februari 2019 (1)
    • Januari 2019 (1)
    • September 2018 (5)
    • Agustus 2018 (1)
    • Maret 2018 (1)
    • Februari 2018 (2)
    • September 2017 (4)
    • April 2017 (3)
    • November 2016 (1)
    • Juli 2016 (2)
    • Juni 2016 (1)
    • Mei 2016 (1)
    • Maret 2016 (1)
    • Januari 2016 (2)
    • November 2015 (1)
    • Oktober 2015 (3)
    • Juli 2015 (1)
    • Mei 2015 (3)
    • Februari 2015 (1)
    • Januari 2015 (2)

    Translate

    Popular Posts

    • Cafe D'pakar bandung
    • MELBOURNE PART 1 : Informasi dan Biaya

    Most Popular

    • Cafe D'pakar bandung
    • MELBOURNE PART 1 : Informasi dan Biaya

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top