Diberdayakan oleh Blogger.

MORNING INDAH

    • instagram


    Tepat pukul 01.00, tour guide yang aku dan anak-anak pesan untuk paket sunrise ke bromo datang menjemput ke lokasi penginapan kami di malang, tenang saja paket ini meliputi penjemputan hingga diantar kembali nanti pulang ke penginapan.
    Nama drivernya Pak yono, beliau akan mengantar kami naik ke atas hingga ke titik untuk pindah ke mobil jeep. Jarak dari malang ke bromo sekitar 1 - 2 jam. Memasuki kawasan bromo, jalanan mulai menanjak. Dari kegelapan, terlihat lekukan-lekukan bukit besar dan gelap serta jurang curam di sisi ku. Agak merinding dan bikin nggak bisa tidur. 

    Kemudian kami memasuki pusat ticketing (kurasa) driver menanyakan apakah ada yang ingin ketoilet ? sementara dia menemui orang ticketing. Disana kami membayar lunas sisa pembayaran ke pak yono.
    ketika keluar mobil aku gemetaran, dingin banget ! aku pakai baju 5 lapis plus shawl dengan coat biasa yang memang bukan coat khusus musim salju. di Indo kan gak ada salju !
    lalu beli sarung tangan seharga 10.000.

    Sekitar pukul 03.00 sampai lah kami di area rumah penduduk di dataran yang lebih tinggi. Disana sudah berkumpul beberapa orang yang juga mau menuju bromo dengan jeep. Kami pindah mobil ke mobil jeep.
    Kali ini yang membawa jeep adalah pak mulyadi. aku dan ghea duduk di bagian depan, dimana aku tidak terlalu happy duduk disana. Karena serem hahaha.
    Sambil menyetir pak mulyadi memberi tahu nanti selesai dari atas kami akan melihat jalanan yang kami lewati sekarang, aku jadi penasaran bukit-bukit yang aku lihat ini bagaimana rupa aslinya kalau terang nanti.

    Aku senang dengan cara pak mulyadi menyetir, tenang, hati-hati dan beliau juga komunikatif, ramah sekali. Pak mulyadi selalu menginfokan saat kita akan menanjak curam, atau belokan curam atau jalanan akan menurun. Ketika jalanan menurun pak mulyadi mengatakan kita akan menemui kabut tebal.
    ternyata benar. Kabut super tebal, aku memastikan ke pak mulyadi bahwa kiri kanan kita bukan tebing atau jurang. Pak mulyadi tertawa dan bilang ini nanti siang akan terlihat jelas, yang pasti bukan jurang. Karena jujur, tebal kabut membuat lampu mobil nggak mampu menembus kabut, jarak pandang hanya sampai ke ujung mobil. ini kabut tertebal yang pernah aku lihat seumur hidup, pak mulyadi menyetir pelan dan hati hati. Mungkin kalau aku yang bawa, bisa nyasar belok ntah kemana, tapi di tangan pak Mulyadi kami sampai ke ujung dan kembali ke jalan yang menanjak. Aku menebak ini seperti padang pasir.



    Tepat pukul 04.00 pagi, kami sampai di titik pemberhentian, titik puncak untuk melihat sunrise. Disana sudah banyak jeep yang parkir. Aku mencatat nomer hp pak mulyadi agar turun nanti gampang mencari pak mulyadi. Karena disana jeep nya sangat banyak. Pak mulyadi mengingatkan untuk turun jam 6 pagi agar bisa mengunjungi lokasi wisata bromo lain. Dari titik pemberhentian ini, kami harus jalan kaki ke puncak untuk istrahat dan lanjut lagi ke puncak untuk melihat sunrise.

    ketika aku keluar dari mobil, SUNGGUH DINGIN SAMPAI KE TULANG. Aku mengencangkan shawl tebalku hingga menutupi hidung. Jalan menanjak menuju warung untuk istirahat sebelum lanjut ke atas. Dan aku nyaris nggak kuat karena suhu nya benar-benar dingin, aku nggak bisa nafas dan jantungku berdegup kencang. Aku pelan-pelan berjalan menuju warung makan itu, sambil mengatur nafas karena dada ku mulai sesak dan sakit.

    Sampai diwarung kami memesan mie rebus panas yang langsung dingin hahahaha, dan melanjutkan perjalanan ke atas. Perjalanan ke atas ini menaikin beberapa tangga. Beberapa orang menyewakan jaket tebal dan alas duduk.


    Di atas sini sudah ramai yang duduk menunggu sunrise. Suhu pagi itu 12 derajat celcius pada pukul setengah 6 pagi bisa bayangkan jam 3 atau 4 subuh tadi berapa derajat yaa, mau nangis. Aku duduk diatas dari pukul 4 lewat dan super kedinginan hingga hanya mampu duduk dan menahan dingin. Lain kali kalau kesini benar-benar harus pakai jaket tebal.

    tiba-tiba semua pengunjung berdiri dan mengangkat kamera mereka, dari ufuk timur terlihat semburat warna pink gelap dan disusul warna orange. Semakin muncul matahari, mulai terlihat pemandangan yang membuat aku terdiam sejenak. Saking indahnya aku nggak tau harus ngomong apa. Bahkan foto pun nggak bisa menjelaskan indahnya pemandangan dari atas sini. 

    Sekelompok orang menyanyikan lagu indonesia
    "Indonesia tanah air betaa..pusaka abadi nan jaya"
    membuat merinding dan terharu, beberapa pengunjung dari luar negeri mencari sumber suara sambil tersenyum.

    Semakin terang pemandangannya semakin indah..kabut perlahan turun menyapu pepohonan dan rumah-rumah yang semuanya nampak kecil dari atas sini.
    Aku hanya pernah melihat seperti ini di internet..dan kali ini aku melihat bagaimana rumah-rumah, pepohonan dan hutan di sapu oleh kabut. Aku nggak tau gimana cara menjelaskannya melalui tulisan. Dan aku 100% meyakinkan kalian, bahwa yang kalian lihat di foto ini hanyalah 20% dari keindahan aslinya kalau dilihat dengan mata sendiri !







    Aku masih ingin berada di atas sini sementara pukul 6 sudah harus kembali ke jeep. Nggak relaaaa.. Aku mengambil waktu untuk menikmati seluruh pemandangan dari atas sini. AKU NGGAK NYESAL KE BROMO DARI SUBUH.
    sambil menahan dingin dan jemariku yang kaku, aku naik ke atas pagar, berdiri dan menikmati setiap pandangan yang aku lihat. Kameraku breeze, dan baterainya tiba-tiba menjadi 50%, apa mungkin karena dingin ? hahaha. Dan nggak ada sinyal di handphone benar-benar membuatku fokus dengan keindahan bromo.

    Pukul 6 lewat kami turun dan mencari pak mulyadi. Pemandangan saat turun merupakan pemandangan yang aku tunggu-tunggu, karena dini hari tadi aku hanya melihat semua serba gelap gulita. Ternyata.. INDAH BANGEEETTTT... tebing,pohon, semua indah.

    kami menuju beberapa tempat lain di bromo dan berfoto-foto disana. Sayangnya aku dan yang lain mengurungkan niat ke atas untuk melihat kawah , karena sudah cukup lelah dan ada 250 anak tangga yang harus dinaiki.

    Di bawah ini foto-foto ku selama mengunjungi tempat-tempat indah lainnya setelah menikmati sunrise di bromo.
    Aku akan kesini lagi suatu saat, seperti cerita pak mulyadi, Sepasang suami istri yang usianya sudah tidak muda lagi sampai sekarang masih sering menghubunginya untuk sekedar menikmati bromo. Mungkin nanti aku begitu, dan akupun penasaran untuk melihat keindahan indonesia lainnya.



    lokasi favoriteku di sini adalah bukit teletubbies, Kiri kanan bukit yang indah benar-benar di depan mata.












    TIPS DAN BIAYA KE BROMO

    - Bawa jaket tebal, shawl dan sarung tangan serta kaus kaki terutama bagi kalian yang tidak terbiasa ke daerah yang super dingin.
    - bawa obat-obatan
    - cari tour guide yang terpercaya, kalian bisa email aku untuk mendapatkan kontak pak yono atau pak mulyadi.
    - gunakan sepatu boots nyaman atau sepatu nyaman.
    - siapkan masker, karena ketika di padang pasir, jeep-jeep yang lewat membuat pasir-pasir berterbangan kemana-mana
    - catat nomer hp tour guide, ingat warna mobil jeep dan foto plat mobilnya. karena saat di atas ada puluhan hingga ratusan jeep yang parkir, kalau kalian nggak dapat sinyal bagus kalian bisa mengingat dimana driver tadi parkir dan melihat plat nomer mobilnya.


    - tour guide dan sarapan : 250.000 + 15.000
    - naik kuda (option) : 100.000
    - foto bareng kuda (option) : 10.000
    - sarung tangan : 10.000
    - mi rebus dan minum : 20.000
    - toilet @5000 : 2 kali jadi 10.000

    SALAM !

    Continue Reading
    Penutupan liburan yang indah...BROMO. Kali ini gaya penulisannya agak seru kali yaaa..sesuai sama suasana hati.

    Ini pertama kalinya aku ke bromo. Jadiii, rencana cuti liburan ku memang seminggu, Bandung-jogja-malang. Sempat ragu untuk ke Bromo awalnya, karena tanggal 7 aku sudah harus pulang ke Jakarta, tanggal 8 harus masuk kerja, sementara jadwal kosong untuk naik ke bromo tanggal 7 dini hari dan di jadwalkan turun kembali ke malang jam 1 siang sehingga aku harus memesan tiket pesawat langsung pulang ke jakarta setelah dari Bromo. Tapi Ghea mengirimkan beberapa foto-foto Bromo yang menggoyahkan iman. 

    Ghea dan Lola sudah memesan tour guide ke Bromo, paket sunrise dengan harga 250.000 per orang. Awalnya aku takut itu penipuan, terlebih kita berangkat tengah malam setelah tanya teman yang sudah pernah kesana, memang harganya kisaran segitu. Kita diminta untuk DP dulu sebesar 100.000 per orang, pelunasannya nanti ketika dijemput oleh tour guide.

    Dari stasiun jogja jam 00.05 malam kami menempuh perjalanan 7 jam menuju Malang. Kali ini ber 6, aku sendiri terpisah tempat duduk karena terakhir pesan tiket. Kami naik kereta eksekutif dengan harga 150.000an. Untungnya bangku sebelahku kosong, jadi aku bisa tidur leluasa sampai besok menuju Malang.

    Jam 7 pagi kami sampai di Malang. Kali ini nggak ada planing apa-apa, bahkan penginapan pun belum dipesan. Keluar stasiun Malang dengan sotoynya padahal nggak tau mau kemana. Ternyata disebrang stasiun Malang, ada deretan tempat makan yang berada di tepat samping taman. Kami memutuskan untuk makan disana sambil berfikir mau kemana habis ini. Disana sudah banyak para traveler yang lagi makan berasa bener-bener lagi liburan. hhahaha.

    Aldo, fiqri dan harsa bertugas mencari penginapan disekitar stasiun, penginapan ini hanya untuk istirahat dan taroh perlengkapan. Karna dini hari nanti kami akan dijemput tour guide ke bromo yeay!
    Singkat cerita, anak-anak menemukan penginapan murah meriah didekat stasiun malang. Sekitar 2 kilo dari tempat makan.

    Kami berjalan kaki menuju penginapan melewati kampung warna warni malang. Berjalan sekitar 10 menit sampai akhirnya di penginapan Malinda. Hanya 125.000 per malam, lagipula kami tidak menginap. hehehe.

    foto by ikhsan fiqri (instagram - @ikhsanfiqri)


    SELANJUTNYA BERSAMBUNG KE PART 2 YA !

    Continue Reading


    Hari ke 3 liburan di jogja, anak-anak mengajak ke pantai, salah satu tempat favorite mereka. Ternyata jogja memiliki beberapa pantai dan lokasinya berdekatan satu sama lain. Setelah mencari info di google, akhirnya mereka memutuskan untuk ke pantai drini di Desa banjarejo, Gunung kidul.

    Kami berangkat dari yogyakarta sekitar pukul 4.30 pagi. Kali ini menyewa mobil karna jarak yang ditempuh cukup jauh. Untuk sewa mobil sendiri total sewa ditambah bensin menjadi 450.000 start jam 11 malam sampai jam 11 malam berikutnya. dan itu di bagi untuk 6 orang. Dari Yogyakarta menuju Pantai Drini menempuh jarak nyaris 3 jam. Tapi sangat worth-it setelah masuk ke area pantai.

    Jalan menuju area pantai sendiri berliku-liku dan melewati penanjakan serta penurunan, namun view yang disuguhkan sangat indah. Selain itu, kami juga melewati beberapa pedesaan, ini juga salah satu favorite ku, bagaimana melihat orang lain hidup di daerahnya, bagaimana rumah-rumah mereka, aktivitas mereka, sekolah mereka. Aku menikmati pemandangan seperti ini. Kulihat handphoneku beberapa saat, no service. Kemudian aku berfikir bagaimana mereka bisa bertahan tanpa internet ?? apa mungkin jaringan selulerku yang payah ? haha

    Memasuki area pantai, kami membayar sebesar 10.000 per orang dan 5000 untuk mobil (dapat discount tapi aku lupa pastinya total nya jadi berapa ). disini ada sekitar (kalau tidak salah informasi) 4 -5 pantai termasuk pantai drini. Tapi untuk masuk ke pantai lain sudah tidak perlu bayar lagi ya. beberapa tiang informasi di jalan akan menuntun kita menuju pantai yang kita inginkan.








    Memasuki pantai Drini, langit masih mendung, masih pukul 7.00 pagi. Dari parkiran sudah terdengar suara ombak yang cukup besar. Aku nggak bawa sendal jepit, hanya mengenakan sepatu kets, jadi aku putuskan untuk berjalan tanpa menggunakan alas kaki.

    Sejujurnya, aku tidak terlalu menyukai pantai apalagi dengan ombak yang besar. Aku pernah ke pantai di balikpapan,  pantainya tenang dan cukup ramai. aku hanya menghabiskan waktu sebentar disana.

    Saat rombongan ku sampai, pantai masih sangat sepi, warung-warung penjual makanan masih tutup. Bahkan beberapa toilet masih di gembok. aku bergegas menyusuri tangga menuju ke bawah, suara ombak semakin jelas terdengar. Kakiku menginjak dinginnya pasir pantai dan beberapa pecahan kerang serta rumput laut. Mungkin semalam air nya naik sampai kesini, aku bergidik. Aku terkesima dengan pantai drini. Dari balik kabut pagi, aku bisa melihat beberapa bebatuan tinggi berbaris seperti bukit-bukit di sekitar pantai. Kemudian ombak cukup besar menghempas dindingnya. Aku berjalan menepi ke warung-warung, agak takut melihat gulungan ombak yang cukup tinggi.
    rombongan mulai memisah misah, aldo dan fiqri sudah duluan berjalan jauh keujung pantai, mereka mengambil moment foto dan video. ya, kuakui mereka sangat berbakat.



    saat berjalan ketengah, ada papan tulisan pantai drini dan beberapa dekorasi untuk pengunjung berfoto. Aku nggak begitu tertarik, kulewati saja, aku justru menikmati pemandangan bebatuan tinggi yang katanya bisa dinaiki untuk melihat pantai dari atas. Sayangnya ombak terlalu tinggi dan air pantai juga cukup tinggi sehingga sulit untuk menyebrang kesana dengan jalan kaki.

    Aku terus berjalan mencari ujung pantai, dari kejauhan terlihat tebing tinggi lainnya yang menjorok ke arah laut, aku berteriak ke anak-anak apakah kita bisa kesana ? mereka bilang beberapa tebing disini memang bisa dinaiki, untuk melihat view dari atas. Hanya saja 2 diantaranya tidak bisa dilewati karna air sedang pasang. Namun yang satu itu bisa dinaiki.



    Aku sangat excited, sambil berusaha berjalan di tengah pasir pantai yang dingin dan basah, serta sedikit berhati-hati karena takut terinjak pecahan kerang. Aku melihat kebawah, memperhatikan baik-baik, ada beberapa kepiting kecil dan benda-benda laut lainnya yang terbawa arus. Memperhatikan mereka cukup membuatku lupa dengan ombak tinggi.

    Semakin berjalan menuju ujung, aku melihat deretan perahu-perahu milik nelayan, dan ketika kualihkan pandangan menuju tengah laut, beberapa perahu nelayan sedang berusaha kembali ke daratan. aku memperhatikan mereka sambil membayangkan bagaimana mereka bisa selamat ditengah gulungan ombak besar pantai drini, sementara perahu nya sangat kecil. kulihat perahu mereka kadang nyaris tak terlihat tertutup gulungan ombak didepannya, kufikir mereka tenggelam tapi ternyata tidak.

    Para nelayan itu sudah pasti sangat ahli, mereka sampai kedaratan dengan selamat, dibantu nelayan lain yang menunggu di bibir pantai sambil memegang gulungan tali tambang. Aldo dan fiqri sibuk mengambil gambar perahu itu sampai ke daratan. sementara aku, ghea dan lainnya bersemangat menuju tebing. Aku nggak begitu banyak ambil foto di bawah, karena konsentrasiku cukup terganggu dengan gulungan ombak serta air pantai yang menyapu pasir lebih tinggi dari sebelumnya.



    Menuju tebing, kita harus melewati beberapa anak tangga yang terbuat dari potongan-potongan kayu, dibagian bawah kayunya sudah mulai sedikit rapuh. Jika tanpa alas kaki harus ekstra hati-hati. Sampai diatas, ada beberapa gazebo untuk bersantai, karena masih pagi isi pantai baru ada aku dan rombongan. Termasuk di tebing ini, serasa pantai milik pribadi. suasana pantai dan tebing bebatuan yang tadi kulihat dibawah terlihat lebih jelas dari sini.



    Ketika aku menoleh kekanan, justru aku semakin terkesima. Ada pantai lain ! yang juga dihiasi bukit-bukit hijau. Aku seperti mendapatkan pemandangan double 2 pantai dari atas sini.












    Tapi aku sendiri nggak tau itu pantai apa, yang pasti suasananya sama seperti pantai Drini, masih sepi. hanya saja ada beberapa tenda disana. Apa mungkin mereka bermalam disana ? di depan pantai ? aku pribadi akan berfikiri dua kali untuk bermalam di pantai.
    ombak di sisi kanan pantai ini sedikit lebih tenang, berbeda dengan sisi kiri pantai yang ombaknya cukup heboh.



    Pemandangan dari atas tebing sangaaaaaaaaaaaaat baguuuuuusss. Dari sini aku bisa melihat 2 pantai sekaligus dengan barisan barisan bukit besar. Seketika gulungan dan hempasan ombak ke dinding tebing nggak membuat aku takut lagi, justru aku jatuh cinta dengan pantai drini. Diapit oleh tebing-tebing yang membuat pantai ini terlihat sangat asri dan "hijau" . karena bagi 'bukan penikmat pantai' sepertiku, pantai tanpa bukit/bebatuan atau gugusan pulau kecil yang bisa dijangkau mata terasa sangat membosankan. 

    Warna air yang kebiruan serta buih hasil dari hempasan ombak memberikan kesan tersendiri. Aku justru menghabiskan waktu cukup lama di atas tebing ini. Menikmati view dan mengambil beberapa foto bersama.

    Sesaat sebelum pulang, beberapa warung sudah buka, dan aku menyempatkan untuk memesan kelapa muda langsung dari cangkangnya, harganya hanya 12.000.







    TIPS ke pantai drini yogyakarta :

    1. jika ingin mendapatkan ketenangan, bisa berangkat pagi-pagi sekali, pantai mulai ramai sekitar pukul 9.00 pagi (aku datang saat weekdays)
    2. bawa sendal jepit yang nyaman, karena beberapa medan jalannya sedikit tajam (untuk yang tidak pernah jalan tanpa alas kaki)
    3. bawa minuman dan makanan, jika pagi warung-warung masih belum buka jadi buat jaga-jaga biar nggak kelaparan dan kehausan :) ingat ya, buang sampahnya jangan sembarangan.
    4. gunakan outfit yang simple dan flowy, biar saat ditiup angin berasa gimanaa gitu.
    5. di pinggir tebing aksesnya ditutup dengan beberapa kayu, jangan melanggar aturan ya, ditutup tandanya berbahaya jika nekat jalan kesana.
    6. view foto terbaik ada di atas tebing.
    7. Jangan lupa sunblock !
    8. selalu bawa obat-obatan kemanapun kalian pergi, terutama untuk tempat-tempat yang lokasi nya cukup jauh dari kota.
    9. menuju ke pantai kalian bisa mengandalkan google maps !
    10. karena pantai di jogja cukup banyak, sebelum menuju pantai kalian bisa googling terlebih dahulu pantai mana yang bagus untuk di kunjungi.


    Biaya ke pantai drini :

    1. sewa mobil : 450.000 : 6 orang = 75.000 / orang
    2. camilan : 30.000
    3. tiket masuk : 10.000 per orang + 5000 untuk mobil (kemarin karena ramai kita dapet discount )


    Sekiaaaan review jalan-jalan ku ke Pantai drini di yogyakarta. Sangat aku rekomendasikan. Sayangnya karena mulai siang aku nggak mampir ke pantai lainnya, tapi Pantai drini aja sudah cukup memuaskan mataku :)


    NOTE : Semua foto dan tulisan di blog ini adalah milik pribadi. Dilarang untuk mengcopy atau post ulang tanpa izin. Jika ingin re-post kalian bisa email aku di indahmeitasari9@gmail.com dan sertakan link blog ku ya
    @indahmswinata 


    Continue Reading


    Bulan ini aku memang merencanakan untuk ambil cuti liburan sebelum Jakarta Fashion Week. Tadinya aku memilih ke ubud, bali dan ingin liburan sendirian. Lantaran tidak diizinkan, akhirnya aku minta adikku untuk ikut liburan. Ternyata adik dan teman2nya sudah punya planing ke jogja dan malang bulan ini. Mereka mengajakku ikut yeay.

    Kebetulan teman adikku dapat tiket promo dari traveloka, dari Bandung menuju jogja kami menggunakan kereta eksekutif dengan tarif 149.000an. Murah banget ya ! enak kalau jalan sama anak kuliahan, semua serba murmer yang mereka cari. hahaha. Berangkat dari bandung pukul 15.45 dan sampai di Jogja pukul 0.00 tengah malam. Sesampainya di jogja di jemput oleh teman-teman adikku menggunakan motor, yang laki-laki menginap di kontrakan teman adikku. Sementara aku dan teman perempuannya menginap di nirvana inn di jalan jembatan merah, dengan tarif 190.000/malam. Lagi-lagi ini dicari oleh teman-teman adikku, murah meriah. Aku terharu, hahaha.

    Rasanya sudah lama aku nggak review liburanku, karna memang jarang liburan.hahaha
    nah kali ini aku akan me-review beberapa lokasi wisata yang aku datangi. Untuk pertama ini aku akan membahas kebun buah mangunan di jogja.

    Kebun buah mangunan ini di rekomendasikan oleh beberapa orang yang pernah liburan ke jogja. Jadinya penasaran. Awalnya aku kira itu kebun buah aja. Rupanya nggak.
    lokasinya sendiri berada di kabupaten bantul jogja. Adik dan teman-temannya berencana untuk mencari sunrise disana karna memang kebun buah mangunan ini dijuluki negeri di atas awan. Namun, gagal melihat sunrise karna beberapa kejadian yang menimpa kendaraan teman adikku. Akhirnya kami baru benar-benar bisa jalan sekitar pukul 6 pagi.

    Butuh waktu sekitar 1jam lebih menuju ke kebun buah mangunan. Tapi karena berangkat sangat pagi, jalanan jogja masih sepi sehingga bebas hambatan. memasuki kabupaten bantul dan lokasi menuju kebun buah mangunan, jalanan mulai menanjak dan udara menjadi cukup dingin dari sebelumnya.
    pemandangan kiri dan kanan penuh dengan pepohonan dan tebing-tebing dengan view yang menyegarkan mata.
    semakin lama jalanan semakin menanjak, dan aku sadar kami semakin berada di dataran tinggi. view yang disuguhkan semakin terlihat menarik. Udara pagi masih segar dan dingin. Mungkin karena musim kemarau, warna view yang aku dapatkan adalah hijau dan kecoklatan, pada dasarnya menurutku yogyakarta seperti jambi, sangat panas. Namun karena di dataran tinggi, angin semilirnya membuat nyaman.

    Akhirnya sampailah kami di Kebun buah mangunan, biaya masuknya Rp.6000 per orang. Dari parkiran motor sedikit berjalan menanjak ke atas. Kemudian kita bisa melihat beberapa warung yang menjual makanan di sebelah kiri dan tulisan kebun buah mangunan dengan view pemandangan hijau di sebrangnya.





    Melewati warung, disambut oleh beberapa anak tangga dan gazebo-gazebo di kiri kanan. Rupanya inilah spot utama si Kebun buah Mangunan ini. Beberapa pengunjung sudah bersantai di gazebo. Matahari masih sedikit naik, tidak terlalu panas ditambah udara masih dingin. Pohon-pohon yang daunnya gugur serta menguning menampilkan bayangan cabang-cabang ranting di tanah. Menambah estetika Kebun Buah Mangunan ini sendiri. Aku melangkah perlahan kebawah sambil melihat kiri kanan. Semakin kebawah mulai tampak beberapa pengunjung yang berfoto, berdiri di depan pagar pembatas dengan view bukit-bukit yang berbaris membentang luas dari ujung ke ujung. Aku terdiam dan bersyukur sesaat. Ini spot utamanya ! teriakku dalam hati.
    Aku suka ke dataran tinggi di bandung untuk melihat landscape seperti ini. Tapi kebun buah mangunan ini aku rasa yang terluas yang pernah aku lihat.






    Dari sini aku bisa melihat susunan bukit yang membentang luas. Barisan bukitnya sangat luas dan berbaris dari ujung ke ujung, seperti tanpa batas. Dari bukit paling depan, aku bisa melihat bukit lainnya di belakang, sedikit tertutupi kabut karena masih pagi. Beberapa tebing dengan dinding bebatuan terlihat dari atas sini. Matahari yang muncul sedikit memberikan efek kilau keemasan dibeberapa bagian bukit, dan gelap di bagian lainnya. Ketika aku berjalan semakin kebawah,aku  memilih melewati bongkahan tanah bebatuan di sebelah tangga, aku berjalan mendekati pagar pembatas. Saat melihat kebawah aku kembali berdecak kagum. Ada pemandangan jalan raya dan lintasan sungai berwarna biru kehijauan di bawah sana serta sedikit pasir putih di pinggirannya.
    lintasan sungai ini memanjang hingga ke belokkan bukit. Sehingga sisa-sisa warnanya tenggelam oleh bukit hijau.





    Seperti biasa, sebelum mulai foto-foto, aku terlebih dahulu mengambil waktu untuk menikmati pemandangannya. Melihat keseluruhan view dan bersyukur atas nikmat yang masih diberikan oleh allah. Cukup lama aku berdiri dibalik pagar pembatas, menyapu seluruh pandanganku dari ujung ke ujung, seperti tidak mau melewatkan satu moment pun.

    Setelah mengambil beberapa foto, jam menunjukkan pukul 7.30, aku naik keatas dan duduk di gazebo. Beberapa teman adikku yang memang kuliah di jogja memilih tidur di gazebo, beberapa lagi memesan makanan. Gazebo yang kami pilih merupakan spot terbaik menurutku. Di Sisi kanan kebun buah mangunan ini juga terdapat spot lain, yang susunan anak tangganya lebih rapih dan tertata. Dari situ pun kita bisa melihat barisan bukit yang lain.



    Untuk makanan di sini bervariasi, yang dijual seperti bakso bakar, sosis bakar, padahal aku menanti cireng atau pisang goreng. hahaha. 
    aku memilih makanan berat, nasi dan ayam goreng, karena yang namanya liburan butuh energi ekstra juga jadi nggak boleh lupa makan. Harga untuk seporsi nasi dan ayam goreng adalah 10.000. untuk bakso bakar dan sosis aku rada lupa karna adikku yang membelikan untuk dimakan ramai-ramai.

    sekitar pukul 9.00 aku dan anak-anak pulang, mau beristirahat dan menuju lokasi selanjutnya. nanti akan ku review juga ya ! mungkin yang akan aku review hanya beberapa lokasi yang aku rekomendasikan. 




    Berikut tips dariku untuk liburan ke Kebun Buah Mangunan :

    1. Bawa jaket/ sweater jika berangkat dari subuh.
    2. Jika ingin melihat sunrise berangkat dari pukul 4 pagi. 
    3. bawa kacamata kemanapun destinasi liburan kalian untuk menghalau sinar uv.
    4. gunakan sepatu yang nyaman, karena disini tanahnya sedikit berbukit dan berbatu, jadi jangan gunakan sepatu dengan heels ya
    5. Berikan waktu untuk menikmati view dan berfoto, jangan menghabiskan waktu liburan dengan berfoto sebanyak-banyaknya sehingga mengurangi value dari liburan kalian. ambil foto secukupnya dan sisanya nikmati view.
    6. Cek traveloka untuk lihat harga tiket sebelum kalian berangkat ke jogja
    7. tempati gazebo d area paling bawah, karena viewnya sangat bagus, dan biar nggak di tempati orang duluan hehehe, sehingga bisa menjadi lokasi kalian dan teman-teman untuk makan dan santai disana.
    8. Beberapa pengunjung berfoto di atas pagar pembatas, sementara sudah ada peraturan yang melarang melakukan itu. Berhati-hati saat mengambil foto, dari depan pagar pembatas saja sebenarnya sudah mendapatkan view yang bagus, mintalah teman mengambil dari tangga atas agar kalian mendapatkan seluruh viewnya seperti beberapa foto aku di atas.

    Biaya :
    1. kereta eksekutif bandung - jogjakarta = 149.000 (tidak memesan PP karena langsung ke kota lain)
    2. penginapan = 190.000 / malam
    3. bensin sepeda motor = 20.000
    4. tiket kebun buah mangunan = 6.000
    5. makan dan minum di lokasi = 20.000
    6. Bensin motor = 20.000

    NOTE : Semua foto dan tulisan di blog ini adalah milik pribadi. Dilarang untuk mengcopy atau post ulang tanpa izin. Jika ingin re-post kalian bisa email aku di indahmeitasari9@gmail.com dan sertakan link blog ku ya
    @indahmswinata 
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    READ ME!

    • indah jalan jalan
    • Pendapat
    • fashion
    • self love
    • art
    • Tulisan indah

    Blog Archive

    • Januari 2021 (1)
    • Desember 2019 (2)
    • Juli 2019 (1)
    • Februari 2019 (1)
    • Januari 2019 (1)
    • September 2018 (5)
    • Agustus 2018 (1)
    • Maret 2018 (1)
    • Februari 2018 (2)
    • September 2017 (4)
    • April 2017 (3)
    • November 2016 (1)
    • Juli 2016 (2)
    • Juni 2016 (1)
    • Mei 2016 (1)
    • Maret 2016 (1)
    • Januari 2016 (2)
    • November 2015 (1)
    • Oktober 2015 (3)
    • Juli 2015 (1)
    • Mei 2015 (3)
    • Februari 2015 (1)
    • Januari 2015 (2)

    Translate

    Popular Posts

    • Cafe D'pakar bandung
    • MELBOURNE PART 1 : Informasi dan Biaya

    Most Popular

    • Cafe D'pakar bandung
    • MELBOURNE PART 1 : Informasi dan Biaya

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top